Modif Yamaha Mio, 2011 (Jakarta)
Ini dia
Yamaha Mio geberan M. Ramzi yang jawara kelas matic tune up s/d 200 cc.
Tepatnya pada seri Day Battle Pertamina Enduro-Pertamax-Corsa-Dragbike
garapan Trendypromo Mandira. Finalnya minggu lalu di Kemayoran.
Yamaha
Mio ini juga pernah ditulis MOTOR Plus ketika juara 1 di seri 1
Tasikmalaya pada 27 Pebruari lalu. Tapi, menurut Tomo yang bos Tomo
Speed Shop itu, kini sudah berubah. Bahkan sudah menggunakan spek baru
yang juga diambil dari Thailand.
Untuk seher, menggunakan ukuran
63,5 mm. Sepintas, seher ini dari ukuran dan bentuknya daimbil dari
Honda CBR 150R asli. Terlihat dari 4 coakan untuk alur klep di kepala
seher.
Namun diatur ulang dibuatkan coakan baru. Karena di Mio
hanya 2 klep. Juga pinggir kepala seher dibuat miring. Supaya tidak
mentok kepala silinder.
Pinggir seher sengaja dibuat rata dengan
blok. Supaya menghasilkan power yang maksimal. “Namun supaya tidak
mentok head, diganjal paking dari pelat tembaga setebal 0,5 mm,” jelas
Tomo yang bermarkasi di Bendungan Jago Raya, Kemayoran, Jakarta Pusat
itu.
Kondisi seperti ini memang halal dipakai di drag bike. Kalau
dipakai road race atau harian, bakal tidak tahan. Atau bisa bahaya
karena paking bisa ambles dan tabrakan antara seher dan head.
Selain
sudah bore up, MOTOR Plus juga melakukan pengukuran stroke atau langkah
seher. Kini stroke terakhir sudah 63 mm. Bukan didapat dari penggunaan
pen stroke. Tapi, posisi big end digeser keluar.
Kini artinya
stroke sudah naik 5,1 mm dari standarnya. Namun blok silinder tidak
dilengkapi paking tebal. Masih menggunakan gasket standarnya. Jadi,
kalau dilihat dari luar tampak seperti mesin yang masih standaran.
Bisa
tanpa paking tebal karena penggunaan seher CBR 150R yang pendek itu.
Teknik ini sudah banyak dipakai mekanik liaran untuk main di kelas
standaran.
Nah, dari sana bisa disimpulkan. Seher aplikasi 63,5
mm. Sedangkan stroke akhir sudah 63 mm. Jadinya kapasitas silinder bisa
ketahuan. Yaitu mencapai 199, 4 cc. Itu kalau stroke 63 mm pas. Tapi,
kalau stroke 63,5 mm jadinya 200,99 cc. Wah?
Lubang Porting OvalSelain
melakukan pengukuran jeroan dapur pacu, MOTOR Plus juga melakukan
pengukuran lubang porting. Hasil korekan mekanik Thailand itu teranyata
bentuknya tidak bulat. Makanya diameternya tidak bisa dikur.
Tapi,
bisa diakali mengukurnya. Yaitu diukur dua kali. Lubang isap dari
bagian terlebar dulu. Yaitu mencapai 28 mm. Sementara bagian yang
sempitnya hanya 24 mm.
Begitupun untuk lubang buang. Pengukuran
dilakukan dua kalin juga. Bagian yang terlebar 25 mm. Sementara yang
sempitnya hanya 23 mm.
Angka-angka ukuran lubang porting itu
didapat dari penggunaan klep yang sudah lebar. Klep isap digunakan yang
berukuran 31 mm. Sementara klep buangnya 26 mm.
Kalau kita
analisa, perbandingan klep isap dan buang bukan seperti klep EE. Tapi,
sengaja bikin klep sendiri hasil dari modifikasi klep lebar.
Bentuk ruang bakar juga dibikin dome. Namun kompresinya sayang, Tomo tidak melakukan pengukuran.
DATA MODIFIKASI
Rumah puli : Fino
Roller : LHK 10 gram
Kampas CVT : Hi Speed
Rasio : 15/41
Per CVT : Standar
Penulis : Aong
UNTUK LEBIH DEKAT DAN KENAL. KLIK TANDA FOLLOW AND LIKE
SILAKAN LIHAT BERITA-BERITA MENARIK LAINNYA DISINI