Tampilkan postingan dengan label REPUBLIKA.CO.ID - BANDUNG. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label REPUBLIKA.CO.ID - BANDUNG. Tampilkan semua postingan

Minggu, 07 Agustus 2011

Beras Premium RI Diminati Warga Malaysia

Wisatawan mancanegara asal Malaysia di Kota Bandung tidak hanya tertarik dengan produk pakaian, mereka juga banyak membeli beras Indonesia.
Wisatawan asal Negeri Jiran itu membeli beras berkualitas tinggi alias premium sebanyak 2-3 kilogram. Dengan demikian, Malaysia merupakan pasar potensial bagi produk beras premium Indonesia.
Rangga Umar, penjual beras di Pasar Baru, Bandung, mengatakan pembeli dari Malaysia datang hampir setiap hari. Mereka hanya membeli untuk kebutuhan pribadi, sehingga tidak membeli dalam jumlah banyak.
Selain dari Malaysia, pembeli dari Singapura juga banyak membeli beras di Pasar Baru. "Biasanya (pembeli) yang dari Malaysia membeli (beras) Pandanwangi dan Rojolele," kata Rangga di Pasar Baru, Ahad (7/8).
Menurut dia, beras yang diminati wisatawan asal Malaysia itu tergolong harga mahal. Satu kilogram beras premium yang diminati wisatawan Malaysia itu seharga Rp 9.000. Harga itu naik ketika mulai memasuki Ramadhan. Harga sebelumnya hanya Rp 8.200 per kilogram.
Menurut Rangga, beras premium yang harganya relatif mahal itu memang hanya diminati konsumen menengah ke atas. Meski konsumennya terbatas, Rangga menyebut permintaan terhadap beras premium ini tidak berkurang. "Pembelinya ada terus. Orang kita (Indonesia) juga banyak yang membeli," ujarnya.
Sementara, beras yang paling banyak dibeli masyarakat atau beras jenis IR dipatok seharga Rp 7.400 per kilogram.Harga sebesar itu tetap stabil memasuki Ramadhan alias belum ada kenaikan signifikan. Kenaikan baru akan terasa mendekati lebaran, kenaikannya rata-rata sebesar Rp 200-500 per kilogram.
Menko Perekonomian Hatta Rajasa ketika meninjau Pasar Baru terkejut dengan adanya pembeli beras premium Indonesia dari Malaysia. Menurut Hatta, kondisi ini harus dimanfaatkan dengan cara memperluas pasar. "Ini berarti permintaannya ada," kata Hatta.

Jumat, 05 Agustus 2011

Jusuf Kalla Tawarkan Monorel untuk Bandung

Jusuf Kalla Tawarkan Monorel untuk BandungJusuf Kalla dengan perusahaannya di grup Bukaka menawarkan monorel untuk Bandung Raya. Kesepakatan yang pernah dibuat pada masa Gubernur, Dani Setiawan, itu akan dihidupkan kembali.
"Investasi untuk Bandung sekitar Rp 4 triliun," kata Kalla, Jumat (5/8). Yaitu untuk jarak sekitar 30 kilometer. Dengan studi teknis enam sampai satu tahun, menurut dia, proyek sudah bisa digarap. Tinggal menunggu kesepakatan dengan pemerintah daerah.
Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan, menyatakan mendukung penuh rencana investasi ini. "Kami akan bentuk tim untuk bahas teknisnya," kata dia seusai bertemu Kalla.
Pembicaraan mengenai monorel ini sampai ke tataran gubernur, kata Heryawan, karena sudah melintas batas kabupaten kota. Monorel masuk dalam skema transportasi metropolitan Bandung yang menghubungkan Kota Bandung dengan lima kabupaten kota di sekitarnya.
Wali Kota Bandung, Dada Rosada, menyambut baik tawaran ini. Dia mengumpulkan para pihak terkait, akademisi dan investor Bandung, untuk mendengar langsung paparan dari Kalla dan timnya.
Selama ini, kata Dada, Bandung terkendala dana dan investor untuk membangun transportasi massal yang terintegrasi. Untuk tawaran Kalla ini pun, Dada berharap seluruh biaya datang dari investor. "(Semoga) full (swasta). Kami tidak punya uang," ujar dia dengan sedikit nada canda.

Untuk berita terbaru, ikuti di  TWITTER dan FACEBOOK

WELCOME TO BLOG KEVIN FARELL

TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGAN ANDA

Like Button